RUMAH BACAAN PERAWAT BIDAN
Kamis, 30 Juli 2015
Rabu, 01 Januari 2014
PERAN ILMU PSIKOLOGI DIDUNIA KEPERAWATAN
A. Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari kata Psyche = Jiwa dan Logos = Ilmu.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Perbedaan Psikologi dengan Ilmu
Jiwa
yaitu, psikologi adalah istilah untuk ilmu pengetahuan yang diperoleh secara sistematis dan menggunakan metode ilmiah;
sedangkan ilmu jiwa menurut norma-norma ilmiah modern yang merupakan istilah
dalam bahasa indonesia berisi segala pemikiran, tanggapan, khayalan, dan
spekulasi mengenai ilmu jiwa pada umumnya. Berikut ini pengertian psikologi menurut para ahli:
1.
S.
Freud : Psikologi adalah ilmu tentang ketidaksadaran manusia.
- Descartes dan Wundt (Davidoff, 1981) : Psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia.
- Branca (1964) & Sartain DKK (1967) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku (overt behavior & inner behavior).
- Woodworth & Marquis (1975) : Psikologi adalah ilmu tentang aktivitas aktivitas individu (motorik, kognitif dan emosional).
- Morgan dkk (1984) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia dan hewan.
B.
Ciri-ciri
psikologi
1.
Mempunyai
objek tertentu
Obyek
material = Manusia
Obyek
formal = Jiwa/psikis
2.
Metode
pendekatan/penelitian tertentu
3.
Sistematika
yang teratur
4.
Mempunyai
sejarah atau riwayat tertentu.
Tugas
psikologi sebagai ilmu :
1. Mengadakan deskripsi (menggambarkan secara jelas masalah
yang dipersoalkan)
2. Menerangkan (menjelaskan keadaan yang mendasari
terjadinya peristiwa tersebut)
3. Menyusun teori (mencari dan merumuskan hukum/ketentuan
hubungan keadaan satu dengan keadaan lainnya).
4.
Prediksi (meramalkan gejala atau peristiwa yang akan
terjadi)
5.
Pengendalian (mengatur peristiwa atau gejala)
C. PERAN DAN FUNGSI PERAWAT
Peran Perawat :
1.
Peran sebagai pemberi Asuhan Keperawatan.
Peran
sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan perawat dengan
memeprhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian
pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat
ditentukan diagnosis keperawatan agar bias direncakan dan dilaksanakan tindakan
yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat
dievaluasi tingkat perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan
dari yang sederhana sampai dengan kompleks.
10 Faktor Asuhan dalam Keperawatan :
1. Menunjukkan system nilai kemanusian dan altruisme.
2. Memberi harapan dengan :
- mengembangkan sikap dalam membina hubungan dengan klien
- memfalitasi untuk optimis
- percaya dan penuh harapan
3. Menunjukkan sensivitas antara satu dengan yang lain.
4. Mengembangkan hubungan saling percaya : komunikasi efektif, empati, dan hangat.
5. Ekspresi perasaan positif dan negative melalui tukar pendapat tentang perasaan.
6. Menggunakan proses pemecahan mesalah yang kreatif
7. Meningkatkan hubungan interpersonal dan proses belajar mengajar
8. Memeberi support, perlindungan, koreksi mental, sosiokultural dan lingkungan spiritual
9. Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia
10. Melibatkan eksistensi fenomena aspek spiritual.
Kekuatan dalam Asuhan :
1. Aspek Transformasi
Perawat membantu klien untuk mengontrol perasaannya dan berpartisipasi aktif dalam asuhan.
2. Integrasi asuhan
Engintegrasikan individu ke dalam sosialnya.
3. Aspek Pembelaan
Membatuà 4. Aspek penyembuhan klien memilih support social, emosional, spiritual.
5. Aspek Partisipasi.
6. Pemecahan masalah dengan metoda ilmiah.
2. Peran Sebagai Advokat ( Pembela) Klien
Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam meninterpretasikan berbagia informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya, juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian.
3. Peran Sebagai Edukator
Peran ini dilakukan untuk :
1. Meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan dan kemampuan klien mengatasi kesehatanya.
2. Perawat memberi informasi dan meningkatkan perubahan perilaku klien
4. Peran Sebagai Koordinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemeberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien.
Tujuan Perawat sebagi coordinator adalah :
a. Untuk memenuhi asuhan kesehatan secara efektif, efisien dan menguntungkan klien.
b. Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau penanganan pada klien.
c. Menggunakan keterampilan perawat untuk :
- merencanakan
- mengorganisasikan
- mengarahkan
- mengontrol
5. Peran Sebagai Kolaborator
Perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapis, ahli gizi, dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.
6. Peran Sebagai Konsultan
Peran disini adlah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan.
7. Peran Sebagai Pembeharu
Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan.
Peran perawat sebagai pembeharu dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya :
- Kemajuan teknologi
- Perubahan Lisensi-regulasi
- Meningkatnya peluang pendidikan lanjutan
- Meningkatnya berbagai tipe petugas asuhan kesehatan.
Selain peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan, terdapat pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983 yang membagi menjadi 4 peran diantaranya peran perawat sebagai pelaksana pelayanan keperawatan, peran perawat sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan, peran perawat sebagai pendidik dalam keperawatan serta peran perawat sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.
Fungsi Perawat :
1. Fungsi Independen
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenhuan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas, dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.
2. Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.
3. Fungsi Interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang ber sifat saling ketergantungan di antara tam satu dengan lainya fungsa ini dapat terjadi apa bila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderaita yang mempunyai penyskit kompleks keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainya, seperti dokter dalam memberikan tanda pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam pemantauan reaksi obat yang telah di berikan.
CLIENT ADVOCATE
Sebagai
penghubung antara klien dengan tim kesehatan lain
Membela kepentingan klien dan
membantu klien
Menjadi nara sumber dan fasilitator
Melindungi dan memfasilitasi
keluarga dan masyarakat dalam pelayanan kes.
Melindungi hak-hak klien
Hak-hak klien
Hak atas informasi
Mendapatkan pelayanan yg manusiawi,
adil dan jujur serta bermutu sesuai dgn standar
Hak atas persetujuan dan atau
penolakan
Hak atas keselamatan dan keamanan
Hak atas rahasia medik dll
CONSELOR
Mengidentifikasi perubahan pola
interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya
Membimbing klien, keluarga dan
masyarakat tentang masalah kesehatan
Membantu meningkatkan kemampuan
adaptasi
EDUCATOR
Mendidik klien , keluarga dan
masyarakat menuju hidup sehat, mandiri
COLLABORATOR
Bekerjasama dgn tim kesehatan lain
dan keluarga dalam menentukan pelaksanaan asuhan guna memenuhi kebutuhan klien
COORDINATOR
Memanfaatkan semua sumber2 dan
potensi yg ada utk :
- mengkoordinasi seluruh yankep
- mengatur tenaga kep yg akan bertugas
- mengembangkan sistem yankep
CHANGE AGENT
Mengadakan inovasi dalam cara
berfikir, bersikap dan bertingkah laku
Meningkatkan keterampilan klien dan
keluarga agar menjadi sehat
CONSULTANT
Menjadi sumber informasi yg berkaitan
dengan kondisi klien
C.FUNGSI PERAWAT
Dalam menjalankan perannya perawat akan
melaksanakan berbagai fungsi diantaranya :
Fungsi independen
Fungsi dependen
Fungsi interdependen
Fungsi independen
Fungsi mandiri dan tidak tergantung
pada orang lain.
Mandiri
Perawat dalam melaksanakan
tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam
melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia.
Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan keamanan dan kenyamanan
Kebutuhan mencintai dan dicintai
Kebutuhan harga diri
Aktualisasi diri
Fungsi dependen
Merupakan fungsi perawat dalam
melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain.
Pelimpahan tugas diberikan.Biasa
dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum atau dari perawat primer
ke perawat pelaksana.
Fungsi interdependen
Dilakukan dalam kelompok tim yang
saling ketergantungan diantara tim satu dengan tim lainnya.
Fungsi ini terjadi apabila bentuk
pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti
dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita yang mempunyai
penyakit kompleks.
TANGGUNG JAWAB PERAWAT
Pemberi asuhan keperawatan
Meningkatkan Pengetahuan
Meningkatkan diri sebagai profesi
C. Peran Psikologi dalam Dunia Keperawatan (Kesehatan)
Berikut
peranan psikologi dalam keperawatan:
1.
Terjalinnya
hubungan interpersonal.
Hubungan
interpersonal didukung oleh keterbukaan perawat. Perawat membuka diri tentang
pengalaman yang berguna untuk terapi klien. Tukar menukar pengalaman ini
memberikan keuntungan pada klien untuk mendukung kerjasama dan memberi
dukungan. Melalui penelitiaan ditemukan bahwa peningkatan keterbukaan antara
perawat dan klien menurunkan tingkat kecemasan perawat dan klien.
Tujuan
terjalinnya hubungan interpersonal antara lain:
Menyenangkan
hati klien.
Mengetahui
dan mengerti pembicaraan.
Memberikan
rasa puas pada klien.
Memberikan
rasa aman pada pembicara.
Menunjukkan
rasa saling percaya.
Menghargai
pembicaraan.
2.
Komunikasi
yang baik antara perawat dengan klien (empati).
Rasakan
apa yang dirasakan klien. Perawat yang merasakan apa yang dirasakan klien akan
mampu mengkomunikasikan dengan seluruh sikap tubuhnya kepada klien. Perawat
menyampaikan bahwa ia sungguh mengerti perasaan, tingkah dan pengalaman klien,
dan mengkomunikasikan pengertian itu kepada klien. Sehingga klien merasa bahwa
ia dimengerti. Melalui penelitian, Mansfield mengidentifikasi perilaku verbal
dan non verbal yang menunjukkan tingkat empati yang tinggi sebagai berikut:
a.
Memperkenalkan
diri dengan klien.
b.
Kepala
dan badan membungkuk kearah klien.
c. Respon
verbal terhadap pendapat klien, khususnya pada kekuatan dan sumber daya klien.
d. Kontak
mata dan respon pada tanda non verbal klien, misalnya nada suara,gelisah,
ekspresi wajah.
e. Tunjukkan
perhatian, minat, kehangatan melalui ekspresi wajah.
f. Nada
suara konsisten dengan ekspresi wajah dan respon verbal.
3. Adanya
rasa saling percaya antara perawat dan klien.
Rasa
saling percaya sangat dibutuhkan guna tercipta rasa percaya bahwa segala yang
dilakukan perawat adalah untuk kesembuhan, kenyamanan dan keamanan klien sehingga
tidak terjadi salah paham antara tugas-tugas perawat pada klien. Selain itu
antara perawat dan klien dapat tercipta kedekatan layaknya keluarga sendiri.
Hal ini berguna agar tercipta rasa nyaman dan aman pada klien.
4.
Adanya
motivasi yang muncul dari perawat untuk mempercepat kesembuhan klien. Motivasi
yang datang dari perawat untuk klien antara lain:
a.
Menghindari
sikap negatif.
Contoh
:
Menyatakan
hal-hal yang dapat menimbulkan kekhawatiran dan keputusasaan.
Menyinggung
pasien.
Berkata
kasar.
Merasa
jijik atau aneh.
b.
Menghibur
klien.
Contoh
:
Menjaga
selera humor.
Mengajak
klien untuk bersenda gurau.
c.
Meyakinkan
kesembuhan klien.
Contoh
:
Berdo’a
untuk kesembuhan klien.
Menyapa
dengan senyuman.
Psikologi Keperawatan dikembangkan untuk memahami
pengaruh psikologis terhadap bagaimana seseorang menjaga dirinya agar tetap
sehat, dan mengapa mereka menjadi sakit dan untuk menjelaskan apa yang mereka
lakukan saat mereka jatuh sakit. Selain mempelajari hal-hal tersebut di atas,
psikologi keperawatan mempromosikan intervensi untuk membantu orang agar tetap
sehat dan juga mengatasi kesakitan yang dideritanya.
Psikologi keperawatan tidak mendefinisikan “sehat”
sebagai tidak sakit. Sehat dilihat sebagai pencapaian yang melibatkan
keseimbangan antara kesejahteraan fisik, mental dan sosial. Psikologi
keperawatan mempelajari seluruh aspek kesehatan dan sakit sepanjang rentang
hidup. Psikologi keperawatan berfokus pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, seperti
bagaimana mendorong anak mengembangkan kebiasaan hidup sehat, bagaimana
meningkatkan aktivitas fisik, dan bagaimana merancang suatu kampanye yang dapat
mendorong orang lain memperbaiki pola makannya.
Psikologi keperawatan juga mempelajari aspek-aspek
psikologis dari pencegahan dan perawatan sakit. Seorang psikolog kesehatan
misalnya, membantu mereka yang bekerja di lingkungan yang memiliki tingkat
stress yang tinggi untuk mengelola stress dengan efektif, sehingga tekanan yang
dialami di lingkungan kerja tidak mempengaruhi kesehatan mereka. Seorang
psikolog kesehatan juga dapat bekerja dengan mereka yang sedang menderita suatu
penyakit agar dapat menyesuaikan mental dan fisik mereka dengan penyakit
tersebut atau untuk mematuhi treatment yang dirancang oleh dokter yang
merawatnya.
Psikologi keperawatan juga berfokus pada etiologi dan kaitannya dengan kesehatan, sakit
dan disfungsi. Etiologi merujuk pada asal dan penyebab sakit, dan psikolog
kesehatan secara khusus tertarik pada faktor-faktor perilaku dan sosial yang
menyumbang kesehatan dan sakit dan disfungsi. Faktor-faktor tersebut meliputi
kebiasaaan yang merusak atau menunjang kesehatan seperti konsumsi alkohol,
merokok, olahraga, mengenakan sabuk pengaman, dan cara-cara ‘berkawan’ dengan stress.
Peranan Psikologi dalam dunia keperawatan sangat besar.
Hal tersebut disebabkan karena peran psokologis seseorang selalu menyertai
diri, sejak mulai merasakan sakit kemudian masuk rumah sakit hingga keluar dari
rumah sakit dan sembuh. Psikologi keperawatan menganalisa dan berusaha meningkatkan system
perawatan kesehatan dan merumuskannya dalam kebijakan kesehatan.Selain itu, dengan
ilmu psikologi kita dapat lebih memahami kepribadian dan tingkah laku pasien
sehingga kita dapat menyelesaikan masalah tersebut
dengan sudut pandang yang berbeda.
DAFTAR
PUSTAKA
diakses tgl 10 Agustus 2012 pkl. 17.50
WIB
diakses tgl 10 Agustus 2012 pkl. 17.50
WIB
Langganan:
Komentar (Atom)
