Kamis, 30 Juli 2015

BERMAIN DAN BERTEMAN ITU PENTING


Sudah menjadi kesepakatan aku dan suami bahwa “berteman dan bergaul” adalah salah satu unsur penting yang akan kami masukkan dalam daftar cara mendidik, mendampingi tumbuh dan berkemabngnya anak-anak kami Kalle, Abrisam dan Khalilla.

Karena itu aku bahkan sudah menerapkan stimulasi pra lahir ketika anak-anakku masih dalam kandungan. Salah satu contohnya adalah mengajaknya berkomunikasi “ Kakak, pagi yang cerah ini Bunda akan mengajakmu jalan-jalan keliling komplek yaa, wah udaranya segar nih Bunda jadi bahagia” begitu ungkapku sembari kuelus perutku dan mengusapnya dengan penuh sayang.

Begitu pula ketika dia terlahir kedunia....

Perkenalannya dengan lingkungan lebih kuperluas, aku ikutsertakan Kakek, nenek, tante juga Omnya juga para sepupu dan keponakkanku menjadi bagian dari lingkungan anakku yang begitu menyayanginya.

Seiring pertumbuhan dan perkembangannya...

Aku juga mengenalkan pada teman-teman sebayanya, mulai dari jalan pagi, ngumpul ditaman komplek sembari berbagi ilmu dengan para Moms yang lain, mengajak teman bermain kerumahnya, atau sesekali mengijinkan anak-anakku bermain kerumah temannya. Tak lupa aku memberinya kesempatan dan menumbuhkan rasa percaya dirinya dengan cara menjaga jarak ketika dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Agar dia lebih mandiri dan bisa berekspresi dengan kemampuan bersosialisasinya.

Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak tentang teman-temannya adalah moment indah yang paling aku dan suamiku tunggu. Tak lupa sembari memberikan senyum, peluk dan cium kamipun memberikan pujian dan kata-kata positif untunya. Karena bagi kami bermain adalah proses belajar yang akan memberikan kontribusi penting pada pembentukkan karakter kepribadian Kalle, Abrisam dan Khalilla.