Sudah menjadi kesepakatan aku dan
suami bahwa “berteman dan bergaul” adalah salah satu unsur penting yang akan
kami masukkan dalam daftar cara mendidik, mendampingi tumbuh dan berkemabngnya
anak-anak kami Kalle, Abrisam dan Khalilla.
Karena itu aku bahkan sudah
menerapkan stimulasi pra lahir ketika anak-anakku masih dalam kandungan. Salah satu
contohnya adalah mengajaknya berkomunikasi “ Kakak, pagi yang cerah ini Bunda
akan mengajakmu jalan-jalan keliling komplek yaa, wah udaranya segar nih Bunda
jadi bahagia” begitu ungkapku sembari kuelus perutku dan mengusapnya dengan
penuh sayang.
Begitu pula ketika dia terlahir
kedunia....
Perkenalannya dengan lingkungan
lebih kuperluas, aku ikutsertakan Kakek, nenek, tante juga Omnya juga para
sepupu dan keponakkanku menjadi bagian dari lingkungan anakku yang begitu
menyayanginya.
Seiring pertumbuhan dan
perkembangannya...
Aku juga mengenalkan pada
teman-teman sebayanya, mulai dari jalan pagi, ngumpul ditaman komplek sembari
berbagi ilmu dengan para Moms yang lain, mengajak teman bermain kerumahnya,
atau sesekali mengijinkan anak-anakku bermain kerumah temannya. Tak lupa aku
memberinya kesempatan dan menumbuhkan rasa percaya dirinya dengan cara menjaga jarak
ketika dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Agar dia lebih mandiri dan
bisa berekspresi dengan kemampuan bersosialisasinya.
Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak
tentang teman-temannya adalah moment indah yang paling aku dan suamiku tunggu. Tak
lupa sembari memberikan senyum, peluk dan cium kamipun memberikan pujian dan
kata-kata positif untunya. Karena bagi kami bermain adalah proses belajar yang
akan memberikan kontribusi penting pada pembentukkan karakter kepribadian
Kalle, Abrisam dan Khalilla.