Ini tentang sore yang
kemarin saat kau datang dengan muka sebab, marah dan sedih. Katamu temanmu
menjahilimu bahkan dia curang.
Untukmu anakku bunda
menulis!
BAGAIMANA CARANYA AGAR KAMU RELA MEMAAFKAN?
Terkadang
sebelum kamu bias memafkan seseorang,kamu perlu bicara kepada seorang dewasa
yang kamu percayai. Kamu mungkin juga perlu melepaskan amarah yang kamu
rasakan. Setelah itu, tibalah saatnya untuk berbicara dengan orang yang
menyakitimu. Ketika itu kamu akan lebih siap memafkannya. Penting juga kamu memaafkan
dirimu sendiri kalau kamu terlanjur melakukan sesuatu yang kamu sesalkan.
BICARALAH DENGAN
ORANG DEWASA YANG KAMU PERCAYAI
Bicarakanlah
tentang apa yang terjadi dengan seorang dewasa seperti ibumu, ayahmu atau
gurumu. Kalau seseorang telah menyakitimu, janganlah mengabaikannya atau
pura-pura tidak terjadi. Kalau orang itu melanggar aturan disekolahatau
dirumah, katakanlah kepada guru atau orangtuamu. Kalau orang itu menyakitimu
tanpa melanggar aturan, kamu mungkin masih perlu membicarakannya dengan orang
dewasa. Seseorang bias kamu percayai bias membantumu menemukan apa yang harus
kamu perbuat agar kamu merasa lebih baik.
LEPASKAN
AMARAHMU
Berusaha
menuntut balas adalah seperti melemparkan kayu
kering kedalam bara api. Kobaran apinya akan menyala semakin besar. Cara
terbaik menghentikan perkara adalah berhenti bertengkar. Cara terbaik untuk
menghentikan perasaan marah adalah membuang amaramu seperti bara panas. Sesb
kalau tidak, amarah itu akan selalu menyakitimu. Amara bias membuatmu sakit.
Amarah bisa menghalangimu dari melakukan hal-hal baik dan membuatmu kehilangan
teman.
Berikut adalah
beberapa ide untuk melepaskan amarah ;
1.
Tuliskanlah bagaimana perasaanmu, atau gambarlah
‘’gambar marah’’.
2.
Lakonkanlah apa yang terjadidan betapa marah
perasaanmu.
3.
Libatkan diri dalam suatu olah raga yang
memungkinkan kamu menggunakan seluruh energimu, seperti sepak bola, basket,
tenis atau karate.
4.
Mandilah agar merasa lebih rileks
5.
Beristirahatlah, dengarkanlah music yang tenang
atau tidurah.
6.
Lakukan sesuatu yang kamu sukai.
7.
Tinjulah bantalmu. Ia tidak akan sakit dan ia
tidak akan membalasmu.
BICARALAH KEPADA ORANG YANG MENYAKITIMU
Belajar
memaafkan tidaklah berarti kamu tidak pernah membela diri. Itu tidaklah berarti
kamu biarkan orang terus menyakitimu. Katakanlah bagaimana perasaanmu
kepadanya. Kamu tidak perlu menggunakan kata-kata kejam atau marah.
Kalau
mau, kamu juga bias mengatakan apa yang kamu mau ia lakukan untuk
meluruskannya. Dengarkanlah apa katanya. Terkadang orang tidak sengaja
menyakiti sesamanya. Berilak kesempatan untuki menjelaskannya.
MEMAAFKAN ORANGNYA
Kamu
mungkin merasa tidak siap untuk langsung memaafkannya. Ketika kamu sudah siap,
katakanlah “Aku memaafkan Kamu”. Kalu kamu sunggu-sungguh mengucapkannya, kamu
seharusnya sudah damai dalam hati. Lalu cobalah melakukan hal yang menyenangkan
baginya. Ini menunjukkan bahwa kamu bersungguh-sungguh dalam ucapan itu.
MAAFKANLAH JUGA DIRI SENDIRI
Bagaimana
kalau kamu yang menyakiti orang lain? Kamu tidak bias merubah apa yang sudah
terjadi, tetapi kamu bias belajar dari sana. Dan kamu bias memutuskan untuk melakukan
kebenaran sekarang. Akuilah apa yang kamu perbuat. Janganlah menipu diri
sendiri bahwa itu sepele. Katakanlah bahwa kamu menyesal. Tanyakan apa yang bias
kamu perbuat untuk mengkompensasikanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar